Politeknik Baubau Tingkatkan Mutu Pembimbing Klinis melalui Pelatihan Preseptorship & Mentorship di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
Pelatihan Preseptorship dan Mentorship bagi Pembimbing Klinis kembali digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembimbingan klinis di fasilitas kesehatan. Kegiatan ini berlangsung di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar pada tanggal 28–30 Oktober 2025 dan menghadirkan peserta dari berbagai institusi kesehatan, termasuk Politeknik Baubau. Pelatihan ini menjadi wadah penting bagi tenaga kesehatan untuk memperkuat kompetensi dalam membimbing praktikan maupun tenaga kesehatan baru di lapangan.

Sebanyak tujuh orang tenaga kesehatan dari Politeknik Baubau ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka terdiri dari tenaga Bidan, Tenaga Vokasi Farmasi, serta Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Kehadiran peserta lintas profesi ini mencerminkan komitmen Politeknik Baubau dalam memperkuat standar pembelajaran klinis yang profesional dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi komprehensif yang berfokus pada penguatan peran pembimbing klinis dalam proses pendidikan dan pelayanan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep dasar preceptorship dan mentorship, metode pembelajaran klinis, teknik evaluasi peserta praktik, serta pendekatan efektif dalam membimbing praktikan di fasilitas kesehatan.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pembimbing klinis agar mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memberikan bimbingan yang terstruktur, profesional, dan akuntabel kepada tenaga kesehatan baru maupun mahasiswa praktik. Hal ini sejalan dengan tuntutan pelayanan kesehatan modern yang mengedepankan kualitas, keselamatan pasien, serta pengembangan kompetensi berkelanjutan.

Selain teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan simulasi, diskusi kasus, dan praktik langsung. Metode ini dirancang agar peserta benar-benar memahami bagaimana mengimplementasikan prinsip preceptorship dan mentorship dalam situasi klinis yang nyata. Pendekatan berbasis pengalaman ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan analisis, komunikasi, dan pengambilan keputusan para pembimbing klinis.
Politeknik Baubau menyambut baik terselenggaranya pelatihan ini karena berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan praktik mahasiswa. Dengan pembimbing klinis yang terlatih, proses praktik lapangan menjadi lebih terarah, aman, serta mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan siap berkontribusi di dunia kerja. Keterlibatan tenaga kesehatan dari berbagai prodi juga memperkuat sinergi antardisiplin dalam proses pembelajaran.

RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar sebagai tuan rumah turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Fasilitas yang memadai dan lingkungan pembelajaran yang kondusif menjadikan pelatihan berlangsung efektif. Rumah sakit ini juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai institusi yang mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah Indonesia Timur.
Dengan selesainya pelatihan Preseptorship dan Mentorship ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadi role model pembimbing klinis yang kompeten. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Politeknik Baubau, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu layanan kesehatan dan pendidikan klinis di berbagai fasilitas kesehatan. *IsrJie