logo
thumb

Belajar Produksi Obat di Industri Nyata, Mahasiswa D3 Farmasi Politeknik Baubau Praktik di LAFI PUSKESAD Bandung

Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Politeknik Baubau melaksanakan kegiatan Praktik Industri di Lembaga Farmasi Pusat Kesehatan Angkatan Darat (LAFI Puskesad) Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis industri yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang produksi dan pengendalian mutu sediaan farmasi sesuai standar industri dan kefarmasian nasional.

 

Selama kegiatan praktik industri, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait proses produksi obat-obatan yang dilakukan di lingkungan industri farmasi milik TNI Angkatan Darat. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, mahasiswa terlihat mengikuti secara aktif tahapan proses produksi, mulai dari pengenalan mesin, pengoperasian alat, hingga pengawasan proses pembuatan sediaan farmasi dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP).

 

 

Mahasiswa juga dibekali dengan pemahaman mengenai penggunaan mesin-mesin produksi modern, seperti mesin pencetak tablet, mesin kapsul, serta peralatan pencampur bahan baku obat. Dalam setiap sesi praktik, mahasiswa didampingi oleh instruktur dan tenaga profesional LAFI Puskesad yang memberikan penjelasan teknis serta menekankan pentingnya ketelitian, kebersihan, dan keselamatan kerja di area produksi farmasi.

 

 

Selain proses produksi, mahasiswa turut mempelajari sistem pengendalian mutu (quality control) yang diterapkan di LAFI Puskesad. Mereka diperkenalkan pada prosedur pemeriksaan bahan baku, pengawasan proses, hingga pengujian produk akhir sebelum dinyatakan layak edar. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami tanggung jawab seorang tenaga teknis kefarmasian dalam menjaga mutu dan keamanan obat.

 

Kegiatan praktik industri ini juga melatih mahasiswa untuk bekerja secara profesional dalam lingkungan kerja yang disiplin dan terstruktur. Penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti jas laboratorium, masker, penutup kepala, dan sarung tangan menjadi bagian dari penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang wajib dipatuhi selama berada di area produksi.

 

 

Melalui praktik industri di LAFI Puskesad Bandung, mahasiswa D3 Farmasi Politeknik Baubau tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman nyata mengenai budaya kerja industri farmasi skala nasional. Interaksi langsung dengan tenaga ahli memberikan wawasan tambahan tentang dunia kerja serta tuntutan kompetensi yang harus dimiliki lulusan farmasi.

 

 

Pihak Program Studi D3 Farmasi Politeknik Baubau menilai bahwa kerja sama dengan LAFI Puskesad Bandung merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan. Praktik industri ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.

 

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa D3 Farmasi Politeknik Baubau semakin siap menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor industri farmasi, rumah sakit, maupun instansi kesehatan lainnya. Praktik industri ini sekaligus menjadi wujud komitmen Politeknik Baubau dalam menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi.