Politeknik Baubau Raih Penghargaan Terbaik Pertama di Ajang ABDIDAYA ORMAWA 2025
Semarang - Ajang Abdidaya Ormawa 2025 yang berlangsung pada 4–6 Desember 2025 di Universitas Muhammadiyah Semarang menjadi momen membanggakan bagi Politeknik Baubau. Pada kegiatan berskala nasional tersebut, tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa Politeknik Baubau berhasil meraih Penghargaan Terbaik Pertama untuk kategori Video Paling Langka melalui karya dokumentasi bertema Gerakan Kemiri Mandiri Desa Kaongkeongkea.
Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kreativitas dan ketepatan pesan yang disampaikan dalam video, yang mendokumentasikan perjalanan mahasiswa Politeknik Baubau dalam mengembangkan potensi lokal desa melalui inovasi pengolahan dan pemberdayaan kemiri. Karya tersebut dinilai berhasil menampilkan sudut pandang yang unik, informatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan Abdidaya Ormawa setiap tahunnya menjadi wadah bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan capaian program pemberdayaan masyarakat yang digagas organisasi mahasiswa. Politeknik Baubau menjadi salah satu peserta yang menonjol melalui implementasi PPK Ormawa yang selaras dengan kebutuhan masyarakat mitra.

Gerakan Kemiri Mandiri Desa Kaongkeongkea merupakan salah satu program unggulan yang dikelola oleh tim mahasiswa dengan tujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan hasil alam secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada hilirisasi produk kemiri, tetapi juga pada pelatihan manajemen usaha dan penguatan kapasitas kelompok masyarakat.

Dalam presentasinya, tim PPK Ormawa Politeknik Baubau menekankan bahwa pendekatan ilmiah dan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi program. Melalui kerja kolaboratif bersama perangkat desa, pelaku usaha lokal, serta tokoh masyarakat, mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata yang relevan dan berdampak langsung.

PPK ORMAWA sendiri merupakan program strategis yang dirancang untuk meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa melalui kegiatan pengabdian yang sistematis dan terukur. Program ini mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan sosial, memiliki kemampuan memimpin, serta mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Direktur Politeknik Baubau menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi tim mahasiswa yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. Beliau menegaskan bahwa capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Politeknik Baubau berharap dapat terus memperluas kontribusi dalam pembangunan desa dan meningkatkan kualitas program pengabdian masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat kepemimpinan mahasiswa yang berkelanjutan.*IsrJie