logo
thumb

Pengukuran Beban Kerja dan Perumusan Ulang KPI Politeknik Baubau 2025: Langkah Strategis Menuju Tata Kelola yang Lebih Profesional

Baubau – Politeknik Baubau melaksanakan kegiatan Pengukuran Beban Kerja Pegawai dan Perumusan Ulang Key Performance Indicators (KPI) pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan tata kelola perguruan tinggi yang lebih terukur, efektif, dan berbasis kinerja. Seluruh unsur internal kampus dilibatkan agar proses perbaikan dapat berjalan komprehensif dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Kesehatan Nasional Baubau, jajaran pimpinan Politeknik Baubau, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan dan manajemen internal. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, dengan semangat bersama untuk memperkuat budaya kerja yang profesional.

 

 

Dalam sambutannya, pihak yayasan menekankan pentingnya pengukuran beban kerja sebagai dasar dalam pembagian tugas yang proporsional dan akuntabel. Pengelolaan sumber daya manusia yang optimal diyakini menjadi kunci dalam menjawab tantangan pengembangan kampus di masa mendatang. Selain itu, penyusunan ulang KPI dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa target kinerja setiap unit selaras dengan visi besar institusi.

 

Pengukuran beban kerja pegawai dilakukan secara sistematis untuk memetakan tugas, tanggung jawab, serta volume pekerjaan masing-masing pegawai. Langkah ini bertujuan untuk mencegah ketidakseimbangan beban kerja yang dapat berdampak pada kualitas kinerja. Selain itu, proses ini juga diharapkan dapat menghasilkan data objektif yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

 

 

Sementara itu, penyusunan ulang KPI dilakukan dengan meninjau kembali indikator kinerja yang telah digunakan pada periode sebelumnya. Setiap unsur diperbarui agar lebih relevan dengan perkembangan institusi, regulasi terbaru, serta kebutuhan peningkatan mutu pendidikan vokasi. Penekanan utamanya berada pada indikator yang terukur, realistis, dan mampu dijadikan tolok ukur pencapaian kinerja secara konsisten.

 

Para peserta kegiatan terlibat aktif dalam diskusi dan lokakarya untuk menyusun rekomendasi serta usulan perbaikan. Dosen dan tenaga kependidikan diberi ruang untuk menyampaikan pandangan terkait kesesuaian beban kerja dan indikator kinerja pada unit masing-masing. Pendekatan partisipatif ini menjadi kekuatan utama kegiatan, sehingga hasil rumusan benar-benar mengakomodasi kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.

 

 

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Politeknik Baubau dalam memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kualitas. Dengan memperbarui KPI, institusi berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas pegawai sekaligus memberikan arah yang jelas dalam pengembangan karier sumber daya manusia di lingkungan kampus.

 

Pada akhir kegiatan, pihak pimpinan menyampaikan bahwa hasil pengukuran beban kerja dan perumusan ulang KPI akan menjadi dasar penyusunan kebijakan manajemen kinerja tahun 2025–2026. Politeknik Baubau berkomitmen untuk terus melaksanakan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh proses berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan institusi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Politeknik Baubau tidak hanya fokus pada peningkatan akademik, tetapi juga pada penguatan tata kelola yang profesional dan berstandar tinggi. *IsrJie