Penguatan Tata Kelola dan Mutu Pendidikan, Politeknik Baubau Genjot Persiapan Akreditasi Institusi
Baubau – Politeknik Baubau terus mematangkan berbagai persiapan dalam rangka penyusunan dokumen Akreditasi Institusi sebagai upaya peningkatan mutu dan penjaminan kualitas perguruan tinggi. Berbagai langkah strategis ditempuh untuk memastikan seluruh komponen penilaian akreditasi dapat dipenuhi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Proses penyusunan dokumen ini melibatkan seluruh unit, program studi, hingga unsur pimpinan agar menghasilkan laporan evaluasi diri dan dokumen pendukung yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi intens terus dilakukan untuk menyelaraskan setiap data, mulai dari tata pamong, tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran institusi.

Ketua Tim Akreditasi Institusi Politeknik Baubau menegaskan bahwa proses penyusunan dokumen bukan hanya pemenuhan administrasi, melainkan momentum untuk memperkuat budaya mutu di seluruh lini. Ia menyampaikan bahwa akreditasi merupakan upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing institusi, sekaligus memastikan bahwa layanan pendidikan berjalan sesuai standar nasional.
Dalam rangka memastikan kelengkapan dan kesesuaian data, tim bekerja secara sistematis melalui pembagian tugas dan penjadwalan yang ketat. Setiap unit wajib menyerahkan data dukung sesuai kebutuhan instrumen, seperti laporan kegiatan, dokumen kebijakan, bukti implementasi sistem penjaminan mutu, hingga capaian kinerja institusi. Seluruh data kemudian diverifikasi sebelum dilakukan finalisasi.

Pihak kampus juga aktif melaksanakan rapat koordinasi berkala untuk memantau perkembangan penyusunan borang akreditasi. Rapat ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi progres, mengidentifikasi dokumen yang masih perlu dilengkapi, serta merumuskan langkah-langkah percepatan. Dengan sinergi yang kuat antardepartemen, Politeknik Baubau optimis dapat menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.
Selain itu, institusi turut memperkuat pemahaman tim melalui berbagai kegiatan pendampingan dan konsultasi teknis terkait penyusunan dokumen akreditasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penyusun memahami indikator penilaian, teknik penulisan borang, serta penyajian data yang sesuai standar BAN-PT.
Direktur Politeknik Baubau menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang terlibat aktif dalam proses akreditasi. Menurutnya, kerja sama dan komitmen bersama merupakan kunci utama dalam mencapai hasil akreditasi terbaik. Ia juga berharap proses ini menjadi pemicu peningkatan kualitas layanan pendidikan di masa mendatang.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh unsur kampus, Politeknik Baubau menargetkan hasil akreditasi institusi yang optimal pada periode penilaian mendatang. Melalui akreditasi ini, institusi berharap dapat menghadirkan pendidikan tinggi vokasi yang semakin berkualitas, relevan, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Politeknik Baubau. *IsrJie